Home Uncategorized BAHAYA MENYIA-NYIAKAN WAKTU

BAHAYA MENYIA-NYIAKAN WAKTU

by admin


Kebanyakan orang menghambur-hamburkan waktunya. Mereka merugikan diri mereka sendiri dengan tidak memanfaatkan umur dan waktunya dengan sebaik-baiknya. Mereka melalui hari demi hari dan tahun demi tahun dalam keadaan lalai dengan dunia dan berpaling dari akhirat, serta terbenam dalam ketidakpedulian dan kelalaian.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari rahimahullah dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, disebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda,
نِعْمَتانِ مَغْبُونٌ فِيهِما كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ والفَراغُ
“Ada dua nikmat yang banyak banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” [Hadits riwayat Al- Bukhari di dalam Shahih
Al- Bukhari)
Di antara madharat dari menyia-nyiakan waktu luang menurut Dr. Humam bin Abdurrahman Al-Haritsi adalah sebagai berikut:
Membuat seseorang berjalan tanpa tujuan dan tanpa makna dalam hidup ini.
Membantu seseorang untuk berbuat dosa, karena ia tidak memenuhi waktunya dengan ketaatan dan melakukan perbuatan baik.

Membangkitkan kebosanan dan keputusasaan dalam jiwa orang mukmin, dan Nabi ﷺ telah memperingatkan akan hal itu.
Menunjukkan kelemahan tekad, kurangnya kesadaran dan perencanaan yang buruk.

Serta berbagai mudharat lain yang harus diperhatikan dan diusahakan untuk diatasi sampai pada tahap mampu menyibukkan diri dengan kebaikan dan dalam hal-hal yang bermanfaat bagi manusia. Secara implisit Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk mengefisienkan penggunaan waktu dan melarang mengulur-ulur waktu atau menunda-nunda pekerjaan yang masih bisa dilakukan saat ini, karena belum tentu hari esok masih memiliki kesempatan yang sama. Tidak menghargai waktu adalah kerugian yang amat berbahaya bagi seorang muslim.

Kita sudah mengetahui bahwa waktu luang merupakan nikmat yang agung namun justru kebanyakan orang terlena karenanya, tidak bersyukur kepada yang memberi nikmat tersebut. Padahal setiap nikmat harus disyukuri apabila ingin bertambah atau tidak sirna. Lantas, bagaimana cara mensyukuri nikmat waktu luang agar kita tidak menyesal dengan sirnanya nikmat ini di kemudian hari? Syaikh Dr. Abdullah bi Abdurrahman Al-Jibrin rahimahullah memberikan pejelasan kepada kita tentang cara mensyukuri nikmat waktu luang. Menurut beliau caranya adalah sebagai berikut:
Memanfaatkan waktu luang dengan mempelajari ilmu.
Menggunakan waktu luang dengan menghafal al-Quran.
Memanfaatkan waktu luang dengan berdoa dan berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, beristighfar dan bertaubat kepada-Nya.
Memanfaatkan waktu luang dengan mencari harta yang halal, misalnya dalam perdagangan yang mubah yang tidak ada syubhat di dalamnya. Dia memiliki tujuan dalam mencari harta tersebut untuk memelihara martabat dirinya, membuat dirinya kaya dan bersedekah dengan harta yang Allah anugerahkan kepadanya.
Bila kita mampu melakukan hal seperti ini, kita dinilai telah bersyukur kepada Allah Ta’ala dan tidak termasuk orang yang terpedaya dengan nikmat waktu luang ini.

Kusairi
PAIF Kec Gubeng

You may also like

Leave a Comment

Follow by Email