Home Artikel POTENSI TANTANGAN PENYULUH AGAMA DI ERA DIGITAL

POTENSI TANTANGAN PENYULUH AGAMA DI ERA DIGITAL

by admin

Beragama dan implementasinya dalam kehidupan  merupakan hak asasi setiap manusia. Bahkan hidup beragama adalah hak asasi yang paling asasi. Mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam, jumlahnya diatas 90 % dari seluruih penduduk nusantara ini. Namun kita semua tahu dan sadar, dari 90 % tersebut yang benar-benar memahami, menghayati dan mengamalkan syariat Islam mengkin tidak lebih dari separonya. Hal ini bisa kita perhatikan dari berbagai macam peristiwa yang ada.

Pemahaman masyarakat terhadap nilai –nilai dan ajaran Islam masih perlu ditingkatkan. Dan ini menjadi tanggungjawab serta kewajiban bersama bagi setiap muslim, ulama dan tokoh agama, serta pemerintah.

Allah berfirman dalam QS An Nahl 125:

‘Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.’

Pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama menjadi salah satu tombak dan penyuluh agama adalah ujung tombak yang berperan penting dalam upaya membimbing masyarakat memahami ajaran agama, dan mengamalkannya secara berkualitas.

Keberhasilan seorang Penyuluh Agama Islam dalam melaksanakan tugasnya di masyarakat dipengaruhi oleh beberapa komponen diantaranya komponen strategi dakwah yang dipilih dan dirumuskan.

Kita tahu kemajemukan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, ras, tradisi, bahasa, serta status sosial ekonomi yang berbeda-beda. Menghadapi kondisi ini seorang penyuluh harus menyusun strategi yang tepat dalam pelaksanaan tugas kepenyuluhannya demi tercapainya tujuan tugas itu.

Untuk menunjang pelaksanaan tugas tersebut Penyuluh Agama, Pemerintah telah mengeluarkan Keppres Nomor 87 Tahun 1999 tentewnga Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil yang antara lain menetapkan bahwa Penyuluh Agama adalah Jabatan Fungsional Pegawai Negeri yang termasuk dalam rumpun keagamaan.

Sedangkan Strategi pelaksanaan penyuluhan mencakup semua langkah yang tepat dalam melaksanakan tugas penyuluhan, menentukan sasaran penyuluhan, menggunakan mentode penyuluhan yang tepat sesuai dengan keadaan dan kondisi sasaran.

Kemajuan berpikir dan kesadaran manusia akan diri dan dunianya telah mendorong terjadinya globalisasi. Situasi global membuat kehidupan semakin kompetitif dan membuka peluang bagi manusia untuk mencapai status dan tingkat kehidupan yang lebih baik. Dampak positif dari kondisi global telah mendorong manusia untuk terus berpikir, meningkatkan kemampuan dan tidak puas terhadap apa yang dicapainya pada saat ini. Sedangkan dampak negatif dari globalisasi adalah terjadinya keresahan hidup di kalangan masyarakat yang semakin meningkat karena banyaknya konflik, stress, kecemasan dan frustasi akibat kemajuan teknologi dan informasi .

Zaman modernisasi membuat manusia sangat bergantung pada teknologi. Kebutuhan manusia akan teknologi juga didukung dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat. Perkembangan teknologi berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga sekarang dan semakin mendunia, tidak terkecuali di Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi dan penemuan yang sederhana hingga sangat rumit. Bahkan telah kita ketahui bersama bahwa kurang dari 10 tahun terakhir, teknologi handphone (HP) yang awalnya hanya sebuah alat

komunikasi nirkabel berkembang menjadi alat komunikasi yang dapat mengambil foto, merekam video, mendengarkan musik dan mengakses internet dalam hitungan detik.

Kemajuan teknologi seperti HP bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa seperti yang ada di Desa. Akibatnya segala informasi baik bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. Hal tersebut telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat Desa, dari orangtua hingga anak muda, aparat pemerintah desa hingga orang awam pun menggunakan teknologi dalam berbagai aspek kehidupannya. Contohnya para petani yang bekerja di ladang juga menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil panennya dengan pemanfaatan menggunakan traktor mesin yang lebih cepat jika dibandingkan dengan bajak yang ditarik oleh seekor kerbau.

Pemanfaatan internet dan media sosial  dapat disaksikan memang begitu pesat, hal tersebut membuat seseorang mulai meniru kebiasaan budaya Barat dengan hanya melihat di HP atau televisi misalnya model baju selebriti terbaru, model potongan rambut terbaru, bahkan gaya pacaran para artis yang mereka saksikan lewat televisi. Selain itu masyarakat  mulai malas mengikuti kegiatan atau kajian-kajian keagamaan di masjid-masjid karena mereka bisa mendapatkan informasi keagamaan maupun sosial dengan hanya tetap di rumah atau di tempat kerja. Oleh karena itu, bimbingan dari orang tua dan pemerintah perlu diwujudkan guna mengurangi kemerosotan moral keagamaan.

Penyuluh agama sebagai salah satu dari sekian banyak juru penerang penyampai pesan bagi masyarakat mengenai prinsip-prinsip dan etika nilai keagamaan yang senantiasa menyeru kepada kebaikan dan penerus dalam menyampaikan kebenaran, memegang peranan yang sangat penting dalam mengembangkan dan menanamkan akhlakul karimah bagi masyarakat yang ada

disekitarnya untuk membentuk masyarakat yang berbudi luhur, baik hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam dan hubungan dengan Allah swt., sehingga keseluruhannya dirasakan sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Peran yang diemban oleh penyuluh agama semakin hari semakin berat, penyimpangan yang terjadi di masyarakat tidak dapat dipungkiri memengaruhi hal tersebut. Sebagaimana permasalahan yang semakin kompleks, para penyuluh agama harus mempersiapkan strategi yang lebih baik lagi untuk melakukan dakwah. Perintah untuk menjalankan dakwah memang adalah kewajiban umat manusia, terlebih mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari yang munkar (amar ma’ruf nahi munkar). Hal ini sebagai landasan filosofis keberadaan penyuluh agama Islam yang terdapat dalam QS Ali-Imran/3: 104 berikut:

Artinya “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada

kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar,

merekalah orang-orang yang beruntung”

Adanya strategi penyuluh agama dalam pembinaan keagamaan sangat penting bagi masyarakat karena dapat memberi pengaruh terhadap perbaikan moral dan akhlak sebagai bentuk pencegahan terhadap penyimpangan. Terjadinya pelanggaran syariat Islam itu sendiri merupakan dampak dari kemajuan perkembangan teknologi dan informasi yang instan. Sebagaimana kenyataan menunjukkan bahwa kondisi keagamaan di sebahagian kalangan masyarakat telah menyimpang dari norma agama dan adat istiadat dikarenakan kurangnya pembentukan majelis taklim, tidak dibentuknya karang taruna, jumlah jamaah shalat fardu di masjid sangat sedikit, terdapat perkumpulan (kelompok) yang kerap meminum khamar, maraknya pergaulan bebas seperti pacaran dan konsumsi obat-obatan terlarang.

Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan langkah konkrit dalam pembinaan keagamaan masyarakat menuju masyarakat yang lebih islami melalui pemberdayaan bimbingan dan penyuluhan Islam. Keberhasilan strategi seorang penyuluh agama Islam dalam melaksanakan tugasnya di masyarakat sangat ditentukan dengan adanya komunitas yang melakukan bimbingan dan penyuluhan Islam yang dipakai dan dirumuskan.

Pendampingan dan pembinaan yang dilakukan harus berkelanjutan, karena sesungguhnya pembinaan bukan hanya sekedar memberikan ceramah kepada jamaah yang ada di masjid ataupun pengajian di majelis-majelis taklim, akan tetapi dengan memperbanyak pendekatan kepada masyarakat secara menyeluruh, baik secara pribadi maupun kelompok sehingga bisa memaksimalkan pengamalan terhadap ajaran agama Islam itu sendiri.

Langkah yang dapat ditempuh oleh penyuluh agama Islam dalam membina keagamaan masyarakat yaitu dengan membangun hubungan dialog interaktif dan memfasilitasi proses pembinaan pada kelompok binaan, yang dibagi menjadi dua bentuk pembinaan, pembinaan keagamaan harian dan pembinaan keagamaan bulanan. Pembinaan keagamaan bulanan yang dimaksud adalah pembinaan keagamaan melalui majelis taklim, misalnay Jam’iyah Tahlil, Yasinan dan beberapa perkumpulan keagamaan..

Tantangan kekinian penyuluh agama Islam dalam upaya membina keagamaan masyarakat yaitu adanya pengaruh kecanggihan teknologi, kurangnya kedisiplinan dan keseriusan masyarakat, kesibukan karena desakan ekonomi.

Mashulatun Nasiah
PAIF KECAMATAN SUKOLILO

You may also like

Leave a Comment

Follow by Email