Home Artikel MENUNTUT ILMU DARI BUAIAN HINGGA LIANG LAHAT

MENUNTUT ILMU DARI BUAIAN HINGGA LIANG LAHAT

by admin

Kemarin saya berkesempatan menjadi juri di ajang lomba menyambut Isra’ Mi’raj di pakuwon. Saya sempat blank karena sebenarnya apa yang di lombakan tempat mengambang, apa yang dilombakan dan siapa penyelenggaranya. Teman saya juga berucap sebenarnya kita ini menemui siapa dan dengan di telp saja kok ya berangkat, akhirnya kita berhusnudhon saja, ayo berangkat minimal kita menghargai yang menghubungi kita, bahkan mau saya batalkan untuk di gantikan salah satu teman yang terdekat lokasi, teman saya yang sama-sama dihubungi bilang jangan bu, karena tujuan kita satu mengabdi dan menghargai yang meminta tolong.

Akhirnya janjian di kantor Bubutan jam 08.15 kami berangkat beriringan dengan mencari lokasi yang masih meraba-raba di mana lokasinya, karena paswordnya Jl. Grand Pakuwon Banjar Sugihan Kec. Tandes.
Kami tiba dilokasi dan beriringan dengan peserta yang naik angkot, tempatnya sepi dan udaranya sejuk di bandingkan dengan lokasi lain di kec. Tandes.

Akhirnya kami bertemu dengan Pak Arifin yang menghubungi kami, beliau menceritakan ini perjuangan dan mensupport para guru PAI untuk membawa hasil kerja mereka selama menjadi guru, hasilnya kita lombakan dan untuk menjalin ukhuwah tali silaturrahim di GPAI PAUD se-surabaya. Kami mengiyakan semua paparan dan acara dimulai dengan pembukaan.
Tibalah saatnya beliau meninggalkan tempat dan menyerahkan penilaian kepada kami berdua. Panitia pun mempersilahkan kami “monggo bapak ibu jenengan berdua ke musholla mall ini”, kami mengikuti saja, meski dalam hati kami bertanya kita menjuri apa.

Saya bukan melihat lomba apa, tapi pemilihan panitia memilih tempatnya tepat sekali, sangat privasi dan tidak ramai serasa mereka yang menyewa semuanya. Mushollanya besar dan kalua jumat di pakai jumatan, tempat wudhu laki-laki dan perempuan terpisah dan privasi sekali.

Kami ditempatkan di ujung musholla tersebut, ternyata kami menjadi juri Adzan, Praktek sholat magrib berjamaah dan tartil dengan bacaan wajib surat al fatihah dan bacaan pilihan tree qul (An-nas, Al Falaq dan Al Ihlas).
Prinsipnya merujuk pada hadis ini:
اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ
Artinya: “Tuntutlah ilmu mulai dari ayunan buaian hingga liang lahat.”
Karena secara umum, hadis di atas dipahami sebagai sebuah pesan untuk belajar seumur hidup (long life education). Lebih dari itu, hadis ini mencoba memberitau kita 2 kategori ilmu. Keduanya diminta oleh Nabi SAW untuk kita pelajari, secara bertahap. Dimulai dari ilmu yang bersifat “ayunan/buaian” (mengetahui adanya Tuhan) sampai kepada ilmu “liang lahat” (berjumpa dengan Tuhan).
Maka tidak ada salahnya jika ada lomba yang disebutkan di atas karena akan kita pahami bagaimana memahamkan dan memaknakan ilmu agama yakni mengenal Tuhan sejak dini.

Lomba tersebut antara lain:

Lomba Adzan
Di lomba ini ada 11 peserta yang ikut meski terdaftar 20, karena ini masih PAUD maka kita harus jeli lihat bacaan dan urutan pelafalan, plus intonasi bacaannya, ada yang lihat saya sama teman juri mengkeret ada yang mencoba memakai goyah dan ada yang seperti iqomah, serta ada yang menunggu saya dikte urutannya. Intinya mencari juara lebih seru dan susah karena masih anak-anak bukan pada lombanya tapi pada keberaniannya dan orang tua yang lebih Bahagia karena anak berani tampil maju

Lomba Sholat berjamaah
Lomba ini lebih menguras tenaga karena kami tidak hanya melihat Gerakan dan tapak kaki maupun tangan untuk perempuan dan laki-laki, tapi bagaimanapun harus dikawal sampai tuntas ada 15 grup yang ikut, bisa dibayangkan anak-anak PAUD lomba jamaah sholat, ada yang mentelengi jurinya, ada yang setelah takbir bingung dengan heroic pendampingnya untuk mengikuti Gerakan yang dicontohkan guru pendampingnya, dan riwehnya orang tua ingin mendokumentasikan anak-anak kebanggan lagi berlomba. lomba ini sukses terkendala memakai kaos kaki yang akhirnya tapak kaki tidak tepat. Mencari yang Gerakan tumakninah dan istiqomah juga luar biasa semua semangat meski awal ada yang bacaannya tidak keras terhalang masker juga.

Lomba bacaan Tartil
Ada 45 peserta yang tampil, karena sudah mendekati waktu dhuhur kami berpindah ke lokasi panggung utama untuk meneruskan lomba, sekaligus pertimbangan bisa dinikmati semua yang hadir dan langsung bisa ekspos di atas panggung.
Bacaan anak-anak sudah sangat luar biasa meski tetap ada yang naik panggung saja harus dihantarkan ditemani dan mengkeret berdiri di atas pangung tapi banyak yang antusias.

Jika dikaitkan dengan kalimat, Apa itu ilmu dalam “ayunan/buaian”? Itulah ilmu untuk anak-anak, dan juga berbagai cabang ilmu bagi kita untuk menghadapi dunia. Ilmu yang di sampaikan kepada anak-anak saat mereka dalam ayunan? Untuk menjawab ini, kita perlu kembali kepada tradisi Islam terkait pendidikan anak. Sebab, saat ini juga banyak hal yang diperdengarkan kepada anak menjelang tidur. Mulai dari lagu dangdut sampai kepada lagu-lagu yang terkadang tidak tepat untuk anak-anak.

Dalam budaya kearifan Islam, kita diajarkan mendidik anak dengan memperdengarkan berbagai syair dan kalimah tauhid. Dengan itulah mereka tertidur. Yang menghantarkan mereka ke alam bawah sadar adalah kalimah-kalimah suci tentang Tuhan. Ini dahsyat sekali. Saat-saat menjelang tidur adalah kondisi paling nyaman bagi sianak untuk menyerap pengetahuan. Ini semacam hipnotherapy penanaman kesadaran ilahiyah bagi anak. Dan pengetahuan tertinggi bagi seseorang adalah pengetahuan ketuhanan (makrifat/tauhid). Inilah tugas orang tua, memperkenalkan agama kepada anaknya. Ini sesuai dengan dalil dasar kehidupan: awal dari agama adalah “mengenal Allah” .

Siapapun kita, memulai agama mesti dengan usaha memperoleh pengetahuan-pengetahuan serupa. Mulai dari mendengar kajian dan menelusuri ayat (tekstual), sampai kepada jenis pengetahuan yang diperoleh dari riset inderawi (empiris), serta pengetahuan-pengetahuan rasional argumentatif yang diperoleh melalui dalil-dalil burhani (logika dan filsafat).

Semua anak belajar hal ini. Mereka dihafalkan ayat-ayat suci. Mereka juga mengobservasi lingkungannya dan biasanya diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan rasional: apa itu, mengapa bisa begitu, dan sebagainya. Semua proses belajar ini hanya untuk survive memahami dan menguasai dunia. Dan kita memang diutus Allah untuk punya pengetahuan dan keahlian dalam memakmurkan bumi.

Dengan diadakannya kegiatan ini sangat berkaitan dengan pendidikan anak usia dini bagaimana kita menjadi orang tua yang sebenarnya. Baik orang tua kandung dan orang tua lanjutan sebagai pendidik. Usaha memahamkan dan memaknakan pengenalan KeTuhanan dan keesaan Allah melalui lomba-lomba dan membuat kebiasaan karena itu bagian menuju perjumpaan kita kepada sang pencipta.

Hari ini saya begitu terkesan dengan lomba-lomba ini, tidak hanya pengenalan kepada Allah dan pengalihan kebiasaan anak-anak pada gadget, tetapi pada orang tua, sempat saya abadikan dengan kamera saya. Bahwa apapun anak tersebut kondisinya pemberani, pemalu dan gak berani didepan panggung orang tua tetap Bahagia mendokumentasikan anak-anaknya di ajang lomba, memberikan support yang luar biasa, mulai mengantar di tangga panggung, mendokumentasikan dan menjemput di tangga panggung untuk turunnya peserta. Setelah itu mereka tertawa dan memeluk bahwa anaknyalah yang terhebat urusan juara sepertinya belakangan.
Wallahu a’lam Bis showab

ELY ROSYIDAH
PAIF KUA KEC. BUBUTAN

You may also like

Leave a Comment

Follow by Email